Kunjungan ke-3 (2000)

11-19 Oktober 2000 (14-22 Rajab 1421)

www.naqshbandi.org\events\SEAsia2000\indonesia.htm

 

11 Oktober 2000

 

201

Kedatangan Syekh Hisyam Kabbani (q) disambut oleh Mendikbud, Dr. Yahya Muhaimin dan Bapak Firdaus Wajdi, sesepuh Yayasan Haqqani Indonesia.

202

Ibu-ibu dari Kelompok Pengajian NAMIRA menyambut Mawlana dengan selawat di Kediaman Bapak dan Ibu Firdaus di Jl.Brawijaya, Jakarta. Mawlana kemudian menyampaikan shuhba tentang Spiritualitas adalah Intisari dari Islam.

 

203

Ratusan hadirin mengambil bay’at Tarekat Naqsybandi Haqqani

 

12 Oktober 2000

 

204

Rangkaian salat malam diadakan di Zawiya Brawijaya dan Mawlana menyampaikan shuhba tentang tanda-tanda Hari Kiamat.

 

205

Sore harinya Mawlid dan Zikir Khatm Khwajagan diadakan di Zawiya Hasbi yang merupakan kediaman Syekh Mustafa Mas’ud Mawlana Syekh Hisyam menyampaikan shuhba tentang Keberkahan dari cinta yang tulus kepada Nabi (s) dan para awliya.

 

206

Para hadirin, termasuk Syekh Zakaria dari Singapura dan Syekh Khalid bin Walid dari Amerika menyimak shuhba Mawlana.

 

13 Oktober 2000

 

207

Dinihari sebelum Subuh, Mawlana melakukan siaran langsung program siraman rohani TV Indosiar yang dipandu Ustadz Wahfiudin.

 

208

Setelah siaran dilakukan Salat Subuh berjamaah di Studio. Pada kesempatan itu, hadir pula direktur Indosiar, Bapak Nurhadi Purwasaputra.

 

Sebelum Jumatan Mawlana menikahkan pasangan Samson Nasaruddin (Sonny) dengan Mba Nungki.

Salat Jumat dilakukan di Masjid Istiqlal, masjid terbesar ketiga di dunia.

209

Bakda Salat Jumat dilakukan konferensi pers di Sekretariat Yayasan Haqqani Indonesia, di Jl. Teuku Umar 41 Menteng, Jakarta Pusat. Acara dipandu oleh Marissa Haque, seorang artis yang populer di Indonesia.

 

210

Acara yang menarik perhatian pers.

211

K.H. Nur Iskandar SQ, pengasuh Pesantren ash-Shiddiqiyah Jakarta meminta nasihat dan berkah Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)

212

Pasangan artis, Ikang Fawzi dan Marissa Haque berfoto bersama Mawlana Syekh Hisyam (q) setelah makan malam di Brawijaya.

 

14 Oktober 2000

 

213

Mewakili Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani (q), Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) melakukan kunjungan kepada Presiden RI yang juga anggota kehormatan ISCA dan Ketua The World Conference on Religion and Peace (WCRP), Bapak K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur).

 

214

Dalam kunjungan ini, hadir pula Ibu Amanda Suharnoko, Ketua MADYA (Masyarakat Dialog antar Umat Beragama), Dr. Achamad Mubarok, dosen UIN Syarif Hidayatullah dan UIA As-Syafiiyah, Bapak Firdaus Wajdi dan K.H. Mustafa Mas’ud al-Haqqani.

 

215

Mawlana Syekh Hisyam bertindak sebagai Pembicara dalam Konferensi Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI)

 

216

Syekh berbicara tentang modernitas dan aktivitas Sufisme yang merupakan esens dari Islam. Beliau menyatakan bahwa Tasawwuf yang dikenal sebagai Sufisme berasal dari masa Nabi (s), ketika Ahl ash-Shuffa, biasa berkumpul di belakang rumah Nabi (s). Mereka mempraktikkan kehidupan zuhud, tidak mencari dunia, tetapi mencari kedekatan dengan Nabi (s) dan dengan wasilahnya mencari kedekatan kepada Allah (swt). Mawlana juga berbicara tentang ketulusan, di mana kerja yang dilakukan tanpa ketulusan tidak bernilai di Hadirat Allah (swt).  Beliau lalu membuka aspek terpenting dalam ceramahnya, yaitu tentang Cahaya Muhammad (s) dan Hakikat Kedekatan Nabi (s) kepada Allah (swt). Mawlana menekankan pentingnya Sunah dalam membangun sisi spiritual seseorang, karena hanya melalui praktik sunah inilah, para pencari dapat mengembangkan dirinya. Kurang lebih 2000 orang yang hadir terpesona dengan ceramah yang diberikan oleh Mawlana. Sore harinya Mawlana bertolak ke Pekalongan dengan Kereta Argo Muria.

 

15 Oktober 2000

 

217

Mawlana disambut oleh ribuan murid di Pekalongan, khususnya santri Pesantren At-Taufiqy yang dipimpin oleh K.H. Taufiqurrohman. Di pesantren ini terdapat 6000 murid laki-laki dan lebih dari 5000 murid wanita. Mereka semua belajar tentang Syariah dan Tasawuf sejak usia dini.

 

218

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) dan Ki Taufiqqurohman.

219

Berziarah ke Makam Syekh Abdullah Khani (q) yang merupakan salah satu di antara 300 Khalifah Grandsyekh Khalid al-Baghdadi (q).  Makam ini terletak di kompleks pesantren At-Taufiqy, Pekalongan.

220

Mawlana memberikan shuhba di Zawiyah atau Majelis Taklim Habib Luthfi bin Yahya, seorang keturunan Nabi (s) dari Yaman yang terus mempertahankan dakwahnya mengajak jemaah untuk senantiasa mencintai Nabi (s).  Habib Luthfi telah berbay’at dengan Tarekat Naqsybandi 3 tahun sebelumnya melalui Syekh Hisyam Kabbani (q).  Di Pekalongan Mawlana juga mengunjungi Majelis Ki Thohir yang selalu mengamalkan Dalail Khayrat secara berjamaah bakda Ashar.

 

 

16 Oktober 2000

 

221

Syekh Hisyam (q) berbicara tentang “Value of the Sons of Adam” dalam seminar Interfaith yang diadakan oleh Kementrian Sekretaris Negara (Bapak Djohan Effendi) di kediamannya di Jl. Denpasar Jakarta.

 

222

Mensesneg, Bapak Djohan Effendi selaku penggagas acara.

 

223

Perwakilan Hindu.

 

224

Perwakilan Gereja Katedral.

 

17 Oktober 2000

 

225

Wawancara di TVRI bersama Ustadz Wahfiudin mengenai dakwah Islam di Amerika, pengaruh golongan ekstrim di seluruh dunia dan topik-topik lainnya. Syekh juga melalukan rekaman program untuk lima topik dalam format dakwah 30 menit.

227

Sore harinya Mawlana menghadiri Konferensi Wanita di Hotel Mulia yang diadakan oleh Kelompok Pengajian NAMIRA dalam rangka ulang tahunnya ke-14. Tampak Mawlana ditemani oleh Syekh Raja Ashman dan Dr. Arief Rahman, kepala sekolah Lab School.

 

228

Mawlana dan Dr. Arief Rahman memberikan sambutan.

 

229

Mawlana menyampaikan penghargaan kepada Ibu Tini Firdaus, ketua NAMIRA atas kontribusinya dalam dakwah Islam di Indonesia.

230

Sore harinya Mawlana berkunjung ke kediaman Jendral Polisi Ahmad Hassan di Pondok Labu.

232

Mawlana memberikan doa bagi kesehatan Bapak Hassan.

 

18 Oktober 2000

 

233

Hari berikutnya Mawlana berkunjung ke Pesantren al-Falah, Cicalengka, Bandung pimpinan K.H. Qari Ahmad Syahid. Di sana ribuan murid telah menunggu kedatangan Mawlana dan mereka semua berbay’at ke dalam Tarekat Naqsybandi Haqqani.

 

234

Ki Syahid membuka acara.

235

Diperlukan waktu hingga dua jam lebih untuk memberikan kesempatan semua murid bersalaman dengan Mawlana. Setelah itu rombongan pun kembali lagi ke Jakarta.

 

19 Oktober 2000

Mawlana melanjutkan perjalanan ke Malaysia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s